Connect with us

Puasa

Cara Agar Bisa Bangun Pagi Untuk Makan Sahur

Published

on

Tips Bangun Makan Sahur – Ramadan adalah bulan dimana Allah SWT menurunkan rahmat tak terhingga kepada umatnya. Selama satu bulan penuh, umat Islam mendapat kesempatan untuk meminta ampunan dan belajar menahan diri agar dapat menjadi manusia lebih baik dalam hal fisik maupun spiritual dan emosional.

Meski Ramadan erat kaitannya dengan koneksi spiritual, Anda juga tetap harus memperhatikan kondisi fisik yang mungkin perlu adaptasi karena harus berpuasa seharian. Mengonsumsi makanan sehat dengan jumlah yang tepat tentu menjadi kunci kelancaran ibadah.
Selama bulan Ramadan, aktivitas sarapan tentunya digantikan oleh Sahur (makan pada dini hari). Sebenarnya, makan sahur hukumnya tidak wajib namun kegiatan ini merupakan berkah yang mana Anda akan mendapatkan pahala ketika melakukannya.
Oleh karena dilakukan segera setelah bangun tidur, beberapa orang seringkali malas melakukannya. Untuk itu tim redaksi Batu Media telah menyiapkan tips bangun makan sahurkhusus untuk Anda berikut ini:

Puasa
  •   Mulailah dengan niat sahur karena Allah
Anda boleh sekadar menyiapkan DP makan sahur di BBM agar makin semangat atau mengatur menu makan sahur tertentu, namun jangan lupa tentukan niat terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan tersebut. Berniatlah menjalankan aktivitas ini hanya karena Allah, dengan demikian tubuh akan secara otomatis membangunkan diri dan siap menjalankan aktivitas sahur.

Udah tahu bagaimana niat untuk puasa ramadhan yang dilakukan sebelum kita makan santap sahur? Nah jika lupa, berikut Batu Media berikan sedikit bocoran doa niat puasa Ramadhan.

Lafadz Arab Niat Puasa Ramadhan

نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانَ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالى

Bahasa latin: “Nawaitu sauma ghadin an’adai fardi syahri ramadhana hadzihisanati lillahita’ala”

Artinya: “Sengaja aku berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu puasa pada bulan Ramadhan bagi tahun ini karena Allah Taala”
Untuk lebih lengkapnya bisa lihat disini ya Penjelasaan Bacaan Niat Puasa Ramadhan
Menu Sahur
  • Siapkan makan sahur sejak semalam

Seringkali seseorang malas makan sahur karena harus terlebih dahulu menyiapkan sebelum menyantap. Anda bisa menyiasatinya dengan menyiapkan menu makan sahur semalam sebelumnya sehingga motivasi untuk bangun lebih besar.

Nah, tips bangun makan sahur terkait makanan ini tentu tidak boleh sembarangan lho. Pilihlan menu makan sahur yang baik atau menu makan sahur sehat agar seluruh kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi. Anda bisa juga meniru menu makan sahur Rasullullah sebagai salah satu opsi sehat terbaik. Apa saja menu sahur yang enak dan sehat untuk sahur? lihat menu dibawah ini:

» Resep ayam tomat aroma, menu wajib untuk sahur keluarga

Dadalala
Pasang Alarm
  •  Jangan lupa pasang alarm

Tips bangun makan sahur selanjutnya patut diaplikasikan oleh Anda yang sangat susah bangun tidur atau terlalu asyik di kasur. Manfaatkan handphoneatau jam beker untuk memasang alarm yang akan berbunyi bila waktu sahur tiba. Anda bisa mengaturnya menjadi multiple alarm yang akan berbunyi setiap periode tertentu untuk menghindari ketinggalan waktu sahur.

Itulah beberapa tips bangun makan sahur yang bisa Anda aplikasikan selama bulan Ramadan tiba. Oh iya, ingat baik-baik bahwa sahur merupakan aktivitas yang dilakukan pada dini hari sehingga Anda sebaiknya tidak makan sahur setelah imsak atau bahkan mulai makan sahur saat adzan. Selamat mencoba.
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Puasa

Bacaan Doa Niat Puasa Ramadhan 1439 H / 2018 M

Published

on

Niat Puasa Ramadhan – Innamal A’malu Binniyat artinya adalah “sesungguhnya amal perbuatan itu bergantung kepada niatnya”. Jika demikian maka mengucapkan niat dengan melafalkannya sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadhan adalah wajib hukumnya!

Pada bulan Ramadhan umat Islam diperintahkan puasa selama sebulan penuh dengan menahan lapar dan haus sejak sebelum terbit sang fajar hingga terbenamnya sang matahari. Sebelum kita melakukan puasa haruslah menyadari untuk niat melakukan ibadah puasa hanya semata-mata karena Allah.

Hal terpenting dalam niat puasa Ramadhan adalah niat itu sendiri, niat tersebut tercetus pada malam hari sebelum tiba waktu subuh. Ini yang membedakannya dengan puasa sunnah pada umumnya seperti Puasa Rajab dan Puasa Sya’ban pada bulan lalu. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang belum berniat puasa di malam hari (sebelum subuh) maka puasanya batal” (HR. An Nasa’i)

Gambar BBM Niat Puasa Ramadhan

Lantas bagaimana lafadz penulisan dan cara membaca niat puasa Ramadhan yang benar? Kapan sebaiknya membaca niat puasa? Apa arti dan penjelasan tentang bacaan niat puasa Ramadhan? Berangkat dari sana tim Batu Media akan memberikan info tentang bacaan doa niat puasa yang biasanya di ucapkan bersama-sama setelah menjalankan ibadah sholat Tarawih dan Witir.

Do’a Niat Puasa

نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانَ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالى

“Nawaitu sauma ghadin an’adai fardi syahri ramadhana hadzihisanati lillahita’ala”

Artinya: “Sengaja aku berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu puasa pada bulan Ramadhan bagi tahun ini karena Allah Taala”

Dadalala

Niat adalah syarat sahnya amal, Ibnu Hajar Al ‘Asqalaaniy berkata, “Para fuqaha (ahli fiqh) berselisih apakah niat itu rukun (masuk ke dalam suatu perbuatan) ataukah hanya syarat (di luar suatu perbuatan)? Yang kuat adalah bahwa menghadirkan niat di awal suatu perbuatan adalah rukun, sedangkan istsh-hab hukum/menggandengkan dengan suatu perbuatan (tidak berniat yang lain atau memutuskannya) adalah syarat.”

Hukum berniat untuk berpuasa adalah wajib, dengan kata lain tidak sah puasa wajib ataupun puasa sunnah kecuali jikalau berniat. Niat merupakan hal awal yang jadi penentu bagi apa yang kita kerjakan.

Semoga kita semua selalu diberi keberkahaan, kekuatan dan keimanan untuk tetap bisa menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1439 H ini dengan lancar mulai dari awal hingga akhir menjelang lebaran hari raya Idul Fitri. Amminn, Happy Ramadhan!

*Penting: Ini bacaan do’a berbuka puasa yang benar!

Continue Reading

Puasa

Bacaan Niat Puasa Tasu’a dan Asyura, Arab dan Indonesia

Published

on

Puasa Tasu’a dan Puasa Asyuro – Jika berbicara mengenai puasa sunnah, kita tentu mengenal banyak sekali macam-macam puasa sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW seperti puasa rajab, puasa Idul Adha atau yang lebih dikenal dengan puasa tarwiyah dan arafah, puasa sya’ban, puasa senin kamis dan masih banyak lagi lainnya.

Nah tanggal 9 Muharram dan 10 Muharram atau lebih tepatnya jatuh pada tanggal 29-30 September 2017 adalah salah satu hari paling penting bagi umat muslim diseluruh dunia. Disini kita akan menjalankan salah satu anjuran untuk melaksanakan puasa sunnah hari Tasu’a dan Asyura (Asyuro).

Lantas, bagaimana sih bacaan niat puasa tasu’a dan doa niat melaksanakan puasa asyura? Apa pengertian, keutamaan dan hukum melaksanakan puasa asyura di bulan Muharram tahun 2017 ini? Adakah tips agar tetap sehat dan kuat dalam menjalankan ibadah puasa? Semua akan diulas Batumedia.com disini.

Keutamaan Puasa 10 Muharram

Adapun tata cara pelaksanaan puasa tasu’a dan puasa asyuro ini mirip dengan puasa yang lainnya seperti puasa ramadhan maupun puasa-puasa sunnah lainnya. Hanya yang membedakan adalah pada niatnya saja. Mau tahu bagaimana bacaan lafadz niat puasa Muharram berbahasa Indonesia dan bahasa Arab? yuk kita simak dibawah ini:

Niat Puasa Tasu’a (9 Muharram)

نَوَيْتُ صَوْم تَاسُعَاء سُنَّة لله تَعَالى
Bahasa Indonesia: Nawaitu sauma tasu’a sunnatal lillahita’ala
Artinya: Saya niat puasa hari tasu’a, sunnah karena Allah ta’ala

Advertisement

Niat Puasa Asyura (10 Muharram)

نَوَيْتُ صَوْم عشرسُنَّة لله تَعَالى
Bahasa Indonesia: Nawaitu sauma Asyuro sunnatal lillahita’ala
Artinya: Saya niat puasa hari asyura , sunnah karena Allah ta’ala

Diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullahu Ta’ala, yaitu hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Dadalala
أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم، وأفضل الصلاة بعد الفريضة صلاة الليل

“Puasa yang paling afdhol (utama) setelah puasa Ramadhan, adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram. Dan shalat yang paling afdhol setelah shalat wajib adalah shalat malam.”

Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram yang telah Allah muliakan. Secara khusus Allah melarangan berbuat zalim (maksiat) pada bulan ini untuk menunjukkan kehormatannya. Allah Ta’ala berfirman,
فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
Artinya: Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu. (QS. Al-Taubah: 36)
Seperti yang dikutip dari Rumaysho, dari sekian hari di bulan Muharram, yang lebih afhol adalah puasa hari ‘Asyura, yaitu pada 10 Muharram. Abu Qotadah Al Anshoriy berkata,
وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ . قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, “Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyura? Beliau menjawab, “Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.”(HR. Muslim no. 1162).
Namun dalam rangka menyelisihi Yahudi, kita diperintahkan berpuasa pada hari sebelumnya, yaitu berpuasa pada hari kesembilan (tasu’a). Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata bahwa ketika Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam melakukan puasa hari ’Asyura dan memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata,
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى.
“Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani.” Lantas beliau mengatakan,
فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ
“Apabila tiba tahun depan –insya Allah (jika Allah menghendaki)- kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas mengatakan,
فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.
“Belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sudah keburu meninggal dunia.” (HR. Muslim no. 1134)
Imam Asy Syafi’i dan ulama Syafi’iyyah, Imam Ahmad, Ishaq dan selainnya mengatakan bahwa dianjurkan (disunnahkan) berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh sekaligus; karena Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam berpuasa pada hari kesepuluh dan berniat (berkeinginan) berpuasa juga pada hari kesembilan. (Lihat Syarh Muslim, 8: 12-13)
Ibnu Rajab mengatakan, ”Di antara ulama yang menganjurkan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram sekaligus adalah Imam Asy Syafi’i, Imam Ahmad, dan Ishaq. Adapun Imam Abu Hanifah menganggap makruh jika seseorang hanya berpuasa pada hari kesepuluh saja.” (Lihat Latho-if Al Ma’arif, hal. 99)
Kenapa dianjurkan untuk puasa sunnah di hari tasu’a? Pertama, tujuan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan puasa Tasu’a adalah untuk menunjukkan sikap yang berbeda dengan orang Yahudi. Karena beliau sangat antusias untuk memboikot semua perilaku mereka.
Kedua, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam belum sempat melaksanakan puasa itu. Namun sudah beliau rencanakan. Sebagian ulama menyebut ibadah semacam ini dengan istilah sunah hammiyah (sunah yang baru dicita-citakan, namun belum terealisasikan sampai beliau meninggal).
Ketiga, fungsi puasa tasu’a adalah mengiringi puasa asyura. Sehingga tidak tepat jika ada seorang muslim yang hanya berpuasa tasu’a saja. Tapi harus digabung dengan asyura di tanggal 10 besoknya.

Keutamaan puasa Tasu’a dan ‘Asyura

Wujud syukur kepada Allah yang telah menyelamatkan hamba-hamba-Nya yang beriman dari kejahatan orang-orang kafir, yaitu selamatnya Nabi Musa dan Harun ‘alaihimas salam bersama Bani Israil dari kejahatan Fir’aun dan bala tentaranya. Hadits yang menyebutkan hal ini telah disebutkan di atas.
Meneladani nabi Musa, Harun dan Muhammad ‘alaihimus shalatu was salam, yang berpuasa pada hari ‘Asyura. Hadits yang menyebutkan hal ini telah disebutkan di atas.
Meneladani para sahabat radhiyallahu ‘anhum yang melakukan puasa ‘Asyura, bahkan melatih anak-anak mereka untuk melakukan puasa ‘Asyura. Hadits yang menyebutkan hal ini telah disebutkan di atas.
Menghapuskan dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya, selama kesyirikan dan dosa-dosa besar dijauhi.
Dari Abu Qatadah Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu bahwasanya:
وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ؟ فَقَالَ: «يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam ditanya tentang puasa hari ‘Asyura, maka beliau bersabda: “Ia dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang lalu.”(HR. Muslim no. 1162)

Kejadian-kejadian besar ketika 10 Muharram

1. Hari pertama Allah menciptakan alam.
2. Hari Pertama Allah menurunkan rahmat.
3. Hari pertama Allah menurunkan hujan.
4. Allah menjadikan ‘Arasy.
5. Allah menjadikan Luh Mahfuz.
6. Allah menjadikan alam.
7. Allah menjadikan Malaikat Jibril.
8. Nabi Adam a.s. dicipta.
9.  Diampunkan dosa Nabi Adam a.s. setelah bertahun-tahun memohon keampunan kerana melanggar larangan Allah.
10. Nabi Idris a.s. diangkat darjatnya oleh Allah dan Malaikat Izrail membawanya ke langit.
11. Diselamatkan Nabi Nuh a.s. dan pengikutnya dari banjir besar selama enam bulan dan bahtera baginda selamat berlabuh di puncak pergunungan.
12. Nabi Ibrahim a.s. dilahirkan di kawasan pedalaman dan terselamat dari buruan Raja Namrud.
13. Nabi Ibrahim a.s. diselamatkan Allah dari api Raja Namrud.
14. Nabi Yusuf a.s. dibebaskan dari penjara setelah meringkuk di dalamnya selama tujuh tahun.
15. Nabi Yaakub a.s. telah sembuh buta matanya ketika kepulangan anaknya Yusuf di hari tersebut.
16. Nabi Ayub a.s. disembuhkan dari penyakitnya.
17. Nabi Musa a.s. telah diselamatkan daripada tentera Firaun dan berlakunya kejadian terbelahnya Laut Merah.
18. Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa a.s.
19. Nabi Yunus a.s. selamat keluar dari perut ikan paus setelah berada di dalamnya selama 40 hari 40 malam.
20. Kesalahan Nabi Daud a.s. diampuni Allah.
21. Nabi Sulaiman a.s. dikurniakan Allah kerajaan yang besar.
22. Nabi Isa a.s. diangkat ke syurga ketika diburu oleh tentera Rom untuk menyalib baginda.
23. Saidina Hussein ibni Ali telah syahid akibat dibunuh dengan kejam di Karbala oleh tentera khalifa Bani Umaiyyah iaitu Khalifah Yazid.
Mau puasa kita lancar? yuk lihat juga dibawah ini:
  1. Cara Agar Bisa Bangun Pagi Untuk Makan Sahur
  2. Makanan Sehat Berbuka Puasa, Awas Salah Pilih
  3. Cara Agar Puasa Lancar, Konsumsi Makanan Sehat Ini
  4. Doa Berbuka Puasa Bahasa Arab dan Terjemahannya
Continue Reading

Puasa

Tata Cara Memperingati Malam Nisfu Sya’ban

Published

on

Malam Nisfu Syaban – Halo sahabat muslim sudahkan Anda mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadhan? Nah, sebelum masuk ke bulan puasa Ramadhan kita akan melewati dua bulan yang penuh berkah, dimana bulan ini bernama Rajab dan Sya’ban.

Pada bulan Sya’ban, kita sebagai umat muslim tentu akan melewati sebuah malam spesial bernama malam Nisfu Syaban. Pada malam Nisfu Syaban inilah umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah demi menambah pahala dan keberkahanNya.

Apa sih arti Nisfu Sya’ban itu? dan bagaimana cara kita mengamalkan ibadah di malam yang penuh maghfiroh (ampunan) ini? dan berapa hari kita menjalankan ibadah puasa Sya’ban? Baik, yang pertama kita harus paham terlebih dahulu apa pengertian dari Nisfu Sya’ban, Nisfu Sya’ban adalah malam pertengahan bulan Sya’ban
Kalau dirujuk kepada kalender Hijriyah, maka malam itu jatuh pada tanggal 14 Sya’ban karena pergantian tanggal sesuai penanggalan Hilaliyah atau yang meggunakan patokan rembulan adalah saat matahari terbenam atau  malam tiba.
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Aku tidak pernah sekali pun melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali (pada) bulan Ramadan, dan aku tidak pernah melihat beliau (banyak berpuasa -ed) dalam suatu bulan kecuali puasa di bulan Sya’ban. Beliau berpuasa pada kebanyakan hari di bulan Sya’ban.” (HR. al-Bukhari: 1868 dan HR. Muslim: 782)
Doa Bulan Rajab dan Sya'ban
Meski malam Nisfu Syaban tergolong istimewa, ternyata tidak terlepas dari perdebatan di kalangan ulama dan para hadist. Perdebatan diantara para tokoh muslim ini nyaris terjadi sepanjang zaman dan tidak menemui jalan penyelesaian. Hal ini dikarenakan para tokoh tersebut berangkat dari ijtihad dan dalil masing-masing.
Beberapa diantara mereka berpendapat bahwa menjalankan amalan baik di malam Nisfu Syaban dianggap sebagai sebuah sunnah. Namun, pendapat lain mengatakan bahwa amalan tersebut dianggap sebagai bid’ah karena tidak pernah dijalankan Nabi Muhammad SAW. Sebagai seorang muslim yang baik, tentu saja dituntut rasa bijaksana dalam menghadapi perdebatan yang ada. 
Menurut beberapa hadist, pada malam Nisfu Syaban ada banyak pengampunan terhadap dosa yang pernah dilakukan oleh umat manusia. Salah satu hadist yang mengatakan demikian antara lain hadist dari Mu’adz bin Jabal.

Advertisement

Pada hadist tersebut menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan bahwa Allah akan mendatangi seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban. Allah pun akan mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang sedang bermusuhan.
Sebagai umat muslim yang baik tentu saja akan menjalani hal-hal yang dapat menambah amal ibadah, kan! Berikut ini, beberapa amalan baik yang bisa dilakukan pada malam Nisfu Syaban. Yuk, baca dengan baik, ya!

Tata Cara Memperingati Malam Nisfu Sya’ban

1. Sholat fardu maghrib (bisa juga dilanjutkan dengan mengerjakan sholat tasbih)
2. Membaca surat yasin 3 kali yang memiliki 3 niatan juga. Pertama, bertujuan untuk memperoleh umur panjang sehingga bisa digunakan untuk ibadah. Kedua, memperoleh rezeki yang barokah untuk bekal ibadah. Ketiga, berniat agar tetap iman dan taqwa kepada Allah Swt.
3. Membaca doa Nisfu Syaban seperti berikut ini:

Doa Malam Nisfu Sya'ban

Doa Malam Nisfu Sya’ban dalam bahasa latin atau Indonesia

“ALLAAHUMMA YAA DZAL MANNI WALAA YUMANNU ‘ALAIKA YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAM, YAA DZATH THAULI WALIN’AAM, LAA ILAAHA ILLAA ANTA, DHAHRUL LAAJIIN, WA JAARUL MUSTAJIIRIIN, WA AMAANUL KHAA IFIIN, ALLAAHUMMA IN KUNTA KATABTA NII ‘INDAKA FII UMMIL KITAABI SYAQIYYAN AW MAHRUUMAN AW MATHRUUDAN AW MUQTARRAN ‘ALAYYA FIR RIZQI, FAMHULLAA HUMMA BI FADLLIKA SYAQAAWATII WA HIRMAANII WA THARDII WAQ TITAARI RIZQII WA ATS-BITNII INDAKA FII UMMIL KITAABI SA’IIDAN MARZUUQAN MUWAFFAQALLIL KHAIRAAT. FA INNAKA QULTA WA QAULUKAL HAQQU FII KITAABIKAL MUNAZZALI ‘ALAA NABIYYIKAL MURSALI, YAMHUL LAAHUMAA YASYAA U WA YUTSBITU WA ‘INDAHUU UMMUL KITAAB. ILAAHII BITTAJALLIL AA’DHAMI FII LAILATIN NISHFI MIN SYAHRI SYA’BAANIL MUKARRAMIL LATII YUFRAQU FIIHAA KULLU AMRIN HAKIIM WA YUBRAM, ISHRIF ‘ANNII MINAL BALAA I MAA A’LAMU WA MAA LAA A’LAM WA ANTA ‘ALLAAMUL GHUYUUBI BIRAHMATIKA YAA ARHAMAR RAAHIMIIN.

Arti terjemahan doa Nisfu Sya’ban

“Ya Allah, Tuhanku, Pemilik nikmat, tiada ada yang bisa memberi nikmat atas-Mu. Ya Allah, Pemilik kebesaran dan kemuliaan. Ya Allah, Tuhanku, Pemilik kekayaan dan Pemberi nikmat. Tidak ada yang patut disembah hanya Engkau. Engkaulah tempat bersandar. Engkaulah tempat berlindung dan pada-Mu tempat yang aman bagi orang-orang yang ketakutan. Ya Allah, Tuhanku, jika sekiranya Engkau telah menulis dalam buku besar-Mu bahwa orang yang tidak berbahagia atau orang yang sangat terbatas mendapat nikmat-Mu. Orang yang dijauhkan daripada-Mu atau orang yang disempitkan dalam mendapat rezeki, maka aku memohon dengan karunia-Mu, semoga kiranya Engkau pindahkan aku ke dalam golongan orang-orang yang berbahagia, mendapat keluasan rezeki serta diberi petunjuk kepada kebajikan. Sesungguhnya Engkau telah berkata dalam kitab-Mu yang telah diturunkan kepada Rasul-Mu dan perkataan-Mu adalah benar, yang berbunyi: Allah mengubah dan menetapkan apa-apa yang dikehendaki-Nya dan pada-Nya sumber kitab. Ya Allah, dengan tajalli-Mu, Yang Mahabesar pada malam Nisfu Syaban yang mulia ini, Engkau tetapkan dan Engkau ubah sesuatunya, maka aku memohon semoga kiranya aku dijauhkan dari bala bencana, baik yang aku ketahui atau yang tidak aku ketahui. Engkaulah Yang Maha mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi. Dan aku selalu mengharap limpahan rahmat-Mu ya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih.”
4. Menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan memperbanyak dzikir, solawat, dan istighfar.
Nah, itulah beberapa amalan malam Nisfu Syaban yang bisa dilakukan oleh para umat muslim di dunia. Memperbanyak beribadah pada hari-hari baik tentu saja bisa mendatangkan banyak manfaat untuk diri sendiri. Yuk, perbanyak dzikir!

Gak mau lihat dibawah ini juga kah?

Dadalala
Continue Reading

Trending

Copyright © 2014-2021 Batu Media