Connect with us

Puasa

Tata Cara Memperingati Malam Nisfu Sya’ban

Published

on

Malam Nisfu Syaban – Halo sahabat muslim sudahkan Anda mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadhan? Nah, sebelum masuk ke bulan puasa Ramadhan kita akan melewati dua bulan yang penuh berkah, dimana bulan ini bernama Rajab dan Sya’ban.

Pada bulan Sya’ban, kita sebagai umat muslim tentu akan melewati sebuah malam spesial bernama malam Nisfu Syaban. Pada malam Nisfu Syaban inilah umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah demi menambah pahala dan keberkahanNya.

Apa sih arti Nisfu Sya’ban itu? dan bagaimana cara kita mengamalkan ibadah di malam yang penuh maghfiroh (ampunan) ini? dan berapa hari kita menjalankan ibadah puasa Sya’ban? Baik, yang pertama kita harus paham terlebih dahulu apa pengertian dari Nisfu Sya’ban, Nisfu Sya’ban adalah malam pertengahan bulan Sya’ban
Kalau dirujuk kepada kalender Hijriyah, maka malam itu jatuh pada tanggal 14 Sya’ban karena pergantian tanggal sesuai penanggalan Hilaliyah atau yang meggunakan patokan rembulan adalah saat matahari terbenam atau  malam tiba.
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Aku tidak pernah sekali pun melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali (pada) bulan Ramadan, dan aku tidak pernah melihat beliau (banyak berpuasa -ed) dalam suatu bulan kecuali puasa di bulan Sya’ban. Beliau berpuasa pada kebanyakan hari di bulan Sya’ban.” (HR. al-Bukhari: 1868 dan HR. Muslim: 782)
Doa Bulan Rajab dan Sya'ban
Meski malam Nisfu Syaban tergolong istimewa, ternyata tidak terlepas dari perdebatan di kalangan ulama dan para hadist. Perdebatan diantara para tokoh muslim ini nyaris terjadi sepanjang zaman dan tidak menemui jalan penyelesaian. Hal ini dikarenakan para tokoh tersebut berangkat dari ijtihad dan dalil masing-masing.
Beberapa diantara mereka berpendapat bahwa menjalankan amalan baik di malam Nisfu Syaban dianggap sebagai sebuah sunnah. Namun, pendapat lain mengatakan bahwa amalan tersebut dianggap sebagai bid’ah karena tidak pernah dijalankan Nabi Muhammad SAW. Sebagai seorang muslim yang baik, tentu saja dituntut rasa bijaksana dalam menghadapi perdebatan yang ada. 
Menurut beberapa hadist, pada malam Nisfu Syaban ada banyak pengampunan terhadap dosa yang pernah dilakukan oleh umat manusia. Salah satu hadist yang mengatakan demikian antara lain hadist dari Mu’adz bin Jabal.

Advertisement

Pada hadist tersebut menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan bahwa Allah akan mendatangi seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban. Allah pun akan mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang sedang bermusuhan.
Sebagai umat muslim yang baik tentu saja akan menjalani hal-hal yang dapat menambah amal ibadah, kan! Berikut ini, beberapa amalan baik yang bisa dilakukan pada malam Nisfu Syaban. Yuk, baca dengan baik, ya!

Tata Cara Memperingati Malam Nisfu Sya’ban

1. Sholat fardu maghrib (bisa juga dilanjutkan dengan mengerjakan sholat tasbih)
2. Membaca surat yasin 3 kali yang memiliki 3 niatan juga. Pertama, bertujuan untuk memperoleh umur panjang sehingga bisa digunakan untuk ibadah. Kedua, memperoleh rezeki yang barokah untuk bekal ibadah. Ketiga, berniat agar tetap iman dan taqwa kepada Allah Swt.
3. Membaca doa Nisfu Syaban seperti berikut ini:

Doa Malam Nisfu Sya'ban

Doa Malam Nisfu Sya’ban dalam bahasa latin atau Indonesia

“ALLAAHUMMA YAA DZAL MANNI WALAA YUMANNU ‘ALAIKA YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAM, YAA DZATH THAULI WALIN’AAM, LAA ILAAHA ILLAA ANTA, DHAHRUL LAAJIIN, WA JAARUL MUSTAJIIRIIN, WA AMAANUL KHAA IFIIN, ALLAAHUMMA IN KUNTA KATABTA NII ‘INDAKA FII UMMIL KITAABI SYAQIYYAN AW MAHRUUMAN AW MATHRUUDAN AW MUQTARRAN ‘ALAYYA FIR RIZQI, FAMHULLAA HUMMA BI FADLLIKA SYAQAAWATII WA HIRMAANII WA THARDII WAQ TITAARI RIZQII WA ATS-BITNII INDAKA FII UMMIL KITAABI SA’IIDAN MARZUUQAN MUWAFFAQALLIL KHAIRAAT. FA INNAKA QULTA WA QAULUKAL HAQQU FII KITAABIKAL MUNAZZALI ‘ALAA NABIYYIKAL MURSALI, YAMHUL LAAHUMAA YASYAA U WA YUTSBITU WA ‘INDAHUU UMMUL KITAAB. ILAAHII BITTAJALLIL AA’DHAMI FII LAILATIN NISHFI MIN SYAHRI SYA’BAANIL MUKARRAMIL LATII YUFRAQU FIIHAA KULLU AMRIN HAKIIM WA YUBRAM, ISHRIF ‘ANNII MINAL BALAA I MAA A’LAMU WA MAA LAA A’LAM WA ANTA ‘ALLAAMUL GHUYUUBI BIRAHMATIKA YAA ARHAMAR RAAHIMIIN.

Arti terjemahan doa Nisfu Sya’ban

“Ya Allah, Tuhanku, Pemilik nikmat, tiada ada yang bisa memberi nikmat atas-Mu. Ya Allah, Pemilik kebesaran dan kemuliaan. Ya Allah, Tuhanku, Pemilik kekayaan dan Pemberi nikmat. Tidak ada yang patut disembah hanya Engkau. Engkaulah tempat bersandar. Engkaulah tempat berlindung dan pada-Mu tempat yang aman bagi orang-orang yang ketakutan. Ya Allah, Tuhanku, jika sekiranya Engkau telah menulis dalam buku besar-Mu bahwa orang yang tidak berbahagia atau orang yang sangat terbatas mendapat nikmat-Mu. Orang yang dijauhkan daripada-Mu atau orang yang disempitkan dalam mendapat rezeki, maka aku memohon dengan karunia-Mu, semoga kiranya Engkau pindahkan aku ke dalam golongan orang-orang yang berbahagia, mendapat keluasan rezeki serta diberi petunjuk kepada kebajikan. Sesungguhnya Engkau telah berkata dalam kitab-Mu yang telah diturunkan kepada Rasul-Mu dan perkataan-Mu adalah benar, yang berbunyi: Allah mengubah dan menetapkan apa-apa yang dikehendaki-Nya dan pada-Nya sumber kitab. Ya Allah, dengan tajalli-Mu, Yang Mahabesar pada malam Nisfu Syaban yang mulia ini, Engkau tetapkan dan Engkau ubah sesuatunya, maka aku memohon semoga kiranya aku dijauhkan dari bala bencana, baik yang aku ketahui atau yang tidak aku ketahui. Engkaulah Yang Maha mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi. Dan aku selalu mengharap limpahan rahmat-Mu ya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih.”
4. Menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan memperbanyak dzikir, solawat, dan istighfar.
Nah, itulah beberapa amalan malam Nisfu Syaban yang bisa dilakukan oleh para umat muslim di dunia. Memperbanyak beribadah pada hari-hari baik tentu saja bisa mendatangkan banyak manfaat untuk diri sendiri. Yuk, perbanyak dzikir!

Gak mau lihat dibawah ini juga kah?

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Puasa

Bacaan Doa Niat Puasa Ramadhan 1439 H / 2018 M

Published

on

Niat Puasa Ramadhan – Innamal A’malu Binniyat artinya adalah “sesungguhnya amal perbuatan itu bergantung kepada niatnya”. Jika demikian maka mengucapkan niat dengan melafalkannya sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadhan adalah wajib hukumnya!

Pada bulan Ramadhan umat Islam diperintahkan puasa selama sebulan penuh dengan menahan lapar dan haus sejak sebelum terbit sang fajar hingga terbenamnya sang matahari. Sebelum kita melakukan puasa haruslah menyadari untuk niat melakukan ibadah puasa hanya semata-mata karena Allah.

Hal terpenting dalam niat puasa Ramadhan adalah niat itu sendiri, niat tersebut tercetus pada malam hari sebelum tiba waktu subuh. Ini yang membedakannya dengan puasa sunnah pada umumnya seperti Puasa Rajab dan Puasa Sya’ban pada bulan lalu. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang belum berniat puasa di malam hari (sebelum subuh) maka puasanya batal” (HR. An Nasa’i)

Gambar BBM Niat Puasa Ramadhan

Lantas bagaimana lafadz penulisan dan cara membaca niat puasa Ramadhan yang benar? Kapan sebaiknya membaca niat puasa? Apa arti dan penjelasan tentang bacaan niat puasa Ramadhan? Berangkat dari sana tim Batu Media akan memberikan info tentang bacaan doa niat puasa yang biasanya di ucapkan bersama-sama setelah menjalankan ibadah sholat Tarawih dan Witir.

Do’a Niat Puasa

نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانَ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالى

“Nawaitu sauma ghadin an’adai fardi syahri ramadhana hadzihisanati lillahita’ala”

Artinya: “Sengaja aku berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu puasa pada bulan Ramadhan bagi tahun ini karena Allah Taala”

Niat adalah syarat sahnya amal, Ibnu Hajar Al ‘Asqalaaniy berkata, “Para fuqaha (ahli fiqh) berselisih apakah niat itu rukun (masuk ke dalam suatu perbuatan) ataukah hanya syarat (di luar suatu perbuatan)? Yang kuat adalah bahwa menghadirkan niat di awal suatu perbuatan adalah rukun, sedangkan istsh-hab hukum/menggandengkan dengan suatu perbuatan (tidak berniat yang lain atau memutuskannya) adalah syarat.”

Hukum berniat untuk berpuasa adalah wajib, dengan kata lain tidak sah puasa wajib ataupun puasa sunnah kecuali jikalau berniat. Niat merupakan hal awal yang jadi penentu bagi apa yang kita kerjakan.

Semoga kita semua selalu diberi keberkahaan, kekuatan dan keimanan untuk tetap bisa menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1439 H ini dengan lancar mulai dari awal hingga akhir menjelang lebaran hari raya Idul Fitri. Amminn, Happy Ramadhan!

*Penting: Ini bacaan do’a berbuka puasa yang benar!

Continue Reading

Puasa

Bacaan Niat Puasa Tasu’a dan Asyura, Arab dan Indonesia

Published

on

Puasa Tasu’a dan Puasa Asyuro – Jika berbicara mengenai puasa sunnah, kita tentu mengenal banyak sekali macam-macam puasa sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW seperti puasa rajab, puasa Idul Adha atau yang lebih dikenal dengan puasa tarwiyah dan arafah, puasa sya’ban, puasa senin kamis dan masih banyak lagi lainnya.

Nah tanggal 9 Muharram dan 10 Muharram atau lebih tepatnya jatuh pada tanggal 29-30 September 2017 adalah salah satu hari paling penting bagi umat muslim diseluruh dunia. Disini kita akan menjalankan salah satu anjuran untuk melaksanakan puasa sunnah hari Tasu’a dan Asyura (Asyuro).

Lantas, bagaimana sih bacaan niat puasa tasu’a dan doa niat melaksanakan puasa asyura? Apa pengertian, keutamaan dan hukum melaksanakan puasa asyura di bulan Muharram tahun 2017 ini? Adakah tips agar tetap sehat dan kuat dalam menjalankan ibadah puasa? Semua akan diulas Batumedia.com disini.

Keutamaan Puasa 10 Muharram

Adapun tata cara pelaksanaan puasa tasu’a dan puasa asyuro ini mirip dengan puasa yang lainnya seperti puasa ramadhan maupun puasa-puasa sunnah lainnya. Hanya yang membedakan adalah pada niatnya saja. Mau tahu bagaimana bacaan lafadz niat puasa Muharram berbahasa Indonesia dan bahasa Arab? yuk kita simak dibawah ini:

Niat Puasa Tasu’a (9 Muharram)

نَوَيْتُ صَوْم تَاسُعَاء سُنَّة لله تَعَالى
Bahasa Indonesia: Nawaitu sauma tasu’a sunnatal lillahita’ala
Artinya: Saya niat puasa hari tasu’a, sunnah karena Allah ta’ala

Advertisement

Niat Puasa Asyura (10 Muharram)

نَوَيْتُ صَوْم عشرسُنَّة لله تَعَالى
Bahasa Indonesia: Nawaitu sauma Asyuro sunnatal lillahita’ala
Artinya: Saya niat puasa hari asyura , sunnah karena Allah ta’ala
Diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullahu Ta’ala, yaitu hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم، وأفضل الصلاة بعد الفريضة صلاة الليل

“Puasa yang paling afdhol (utama) setelah puasa Ramadhan, adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram. Dan shalat yang paling afdhol setelah shalat wajib adalah shalat malam.”

Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram yang telah Allah muliakan. Secara khusus Allah melarangan berbuat zalim (maksiat) pada bulan ini untuk menunjukkan kehormatannya. Allah Ta’ala berfirman,
فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
Artinya: Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu. (QS. Al-Taubah: 36)
Seperti yang dikutip dari Rumaysho, dari sekian hari di bulan Muharram, yang lebih afhol adalah puasa hari ‘Asyura, yaitu pada 10 Muharram. Abu Qotadah Al Anshoriy berkata,
وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ . قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, “Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyura? Beliau menjawab, “Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.”(HR. Muslim no. 1162).
Namun dalam rangka menyelisihi Yahudi, kita diperintahkan berpuasa pada hari sebelumnya, yaitu berpuasa pada hari kesembilan (tasu’a). Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata bahwa ketika Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam melakukan puasa hari ’Asyura dan memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata,
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى.
“Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani.” Lantas beliau mengatakan,
فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ
“Apabila tiba tahun depan –insya Allah (jika Allah menghendaki)- kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas mengatakan,
فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.
“Belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sudah keburu meninggal dunia.” (HR. Muslim no. 1134)
Imam Asy Syafi’i dan ulama Syafi’iyyah, Imam Ahmad, Ishaq dan selainnya mengatakan bahwa dianjurkan (disunnahkan) berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh sekaligus; karena Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam berpuasa pada hari kesepuluh dan berniat (berkeinginan) berpuasa juga pada hari kesembilan. (Lihat Syarh Muslim, 8: 12-13)
Ibnu Rajab mengatakan, ”Di antara ulama yang menganjurkan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram sekaligus adalah Imam Asy Syafi’i, Imam Ahmad, dan Ishaq. Adapun Imam Abu Hanifah menganggap makruh jika seseorang hanya berpuasa pada hari kesepuluh saja.” (Lihat Latho-if Al Ma’arif, hal. 99)
Kenapa dianjurkan untuk puasa sunnah di hari tasu’a? Pertama, tujuan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan puasa Tasu’a adalah untuk menunjukkan sikap yang berbeda dengan orang Yahudi. Karena beliau sangat antusias untuk memboikot semua perilaku mereka.
Kedua, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam belum sempat melaksanakan puasa itu. Namun sudah beliau rencanakan. Sebagian ulama menyebut ibadah semacam ini dengan istilah sunah hammiyah (sunah yang baru dicita-citakan, namun belum terealisasikan sampai beliau meninggal).
Ketiga, fungsi puasa tasu’a adalah mengiringi puasa asyura. Sehingga tidak tepat jika ada seorang muslim yang hanya berpuasa tasu’a saja. Tapi harus digabung dengan asyura di tanggal 10 besoknya.

Keutamaan puasa Tasu’a dan ‘Asyura

Wujud syukur kepada Allah yang telah menyelamatkan hamba-hamba-Nya yang beriman dari kejahatan orang-orang kafir, yaitu selamatnya Nabi Musa dan Harun ‘alaihimas salam bersama Bani Israil dari kejahatan Fir’aun dan bala tentaranya. Hadits yang menyebutkan hal ini telah disebutkan di atas.
Meneladani nabi Musa, Harun dan Muhammad ‘alaihimus shalatu was salam, yang berpuasa pada hari ‘Asyura. Hadits yang menyebutkan hal ini telah disebutkan di atas.
Meneladani para sahabat radhiyallahu ‘anhum yang melakukan puasa ‘Asyura, bahkan melatih anak-anak mereka untuk melakukan puasa ‘Asyura. Hadits yang menyebutkan hal ini telah disebutkan di atas.
Menghapuskan dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya, selama kesyirikan dan dosa-dosa besar dijauhi.
Dari Abu Qatadah Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu bahwasanya:
وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ؟ فَقَالَ: «يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam ditanya tentang puasa hari ‘Asyura, maka beliau bersabda: “Ia dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang lalu.”(HR. Muslim no. 1162)

Kejadian-kejadian besar ketika 10 Muharram

1. Hari pertama Allah menciptakan alam.
2. Hari Pertama Allah menurunkan rahmat.
3. Hari pertama Allah menurunkan hujan.
4. Allah menjadikan ‘Arasy.
5. Allah menjadikan Luh Mahfuz.
6. Allah menjadikan alam.
7. Allah menjadikan Malaikat Jibril.
8. Nabi Adam a.s. dicipta.
9.  Diampunkan dosa Nabi Adam a.s. setelah bertahun-tahun memohon keampunan kerana melanggar larangan Allah.
10. Nabi Idris a.s. diangkat darjatnya oleh Allah dan Malaikat Izrail membawanya ke langit.
11. Diselamatkan Nabi Nuh a.s. dan pengikutnya dari banjir besar selama enam bulan dan bahtera baginda selamat berlabuh di puncak pergunungan.
12. Nabi Ibrahim a.s. dilahirkan di kawasan pedalaman dan terselamat dari buruan Raja Namrud.
13. Nabi Ibrahim a.s. diselamatkan Allah dari api Raja Namrud.
14. Nabi Yusuf a.s. dibebaskan dari penjara setelah meringkuk di dalamnya selama tujuh tahun.
15. Nabi Yaakub a.s. telah sembuh buta matanya ketika kepulangan anaknya Yusuf di hari tersebut.
16. Nabi Ayub a.s. disembuhkan dari penyakitnya.
17. Nabi Musa a.s. telah diselamatkan daripada tentera Firaun dan berlakunya kejadian terbelahnya Laut Merah.
18. Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa a.s.
19. Nabi Yunus a.s. selamat keluar dari perut ikan paus setelah berada di dalamnya selama 40 hari 40 malam.
20. Kesalahan Nabi Daud a.s. diampuni Allah.
21. Nabi Sulaiman a.s. dikurniakan Allah kerajaan yang besar.
22. Nabi Isa a.s. diangkat ke syurga ketika diburu oleh tentera Rom untuk menyalib baginda.
23. Saidina Hussein ibni Ali telah syahid akibat dibunuh dengan kejam di Karbala oleh tentera khalifa Bani Umaiyyah iaitu Khalifah Yazid.
Mau puasa kita lancar? yuk lihat juga dibawah ini:
  1. Cara Agar Bisa Bangun Pagi Untuk Makan Sahur
  2. Makanan Sehat Berbuka Puasa, Awas Salah Pilih
  3. Cara Agar Puasa Lancar, Konsumsi Makanan Sehat Ini
  4. Doa Berbuka Puasa Bahasa Arab dan Terjemahannya

Continue Reading

Puasa

Khutbah: Ini Makna dan Hikmah Idul Adha 2016

Published

on

Makna dan Hikmah Idul Adha – Halo sobat muslim! Bagaimana kabar Anda hari ini? Tentu saja baik kan! Yah, menjelang Hari Raya Idul Adha 2016, sebaiknya benar-benar menjaga kondisi badan lantaran momen tersebut menjadi ajang kumpul bersama keluarga.

Sebenarnya, apa sih pengertian Idul Adha? Idul Adha merupakan salah satu hari raya umat muslim di mana mereka yang sudah berkecukupan dianjurkan untuk berkurban. Hewan yang dikurbankan ini ditujukan kepada orang-orang yang membutuhkan seperti fakir, miskin, dan yatim piatu.

Tuntunan berkurban ini bermula dari ajaran Nabi Ibrahim yang gemar menyumbangkan banyak hewan ternaknya untuk dikurbankan. Nabi Ibrahim biasanya menyumbangkan seribu ekor binatang, tiga ratus ekor sapi, dan seratus ekor unta.

Pada saat Nabi Ibrahim berkurban, masyarakat disekitarnya merasa kagum dan berkata: ‘Wah Ibrahim hebat!’. Lalu, Nabi Ibrahim pun menjawab dengan mengatakan ‘Hewan ternak ini biasa saja, seandainya aku dikaruniai putra, ia akan aku kurbankan.’

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail

Atas kehendak Allah SWT maka Nabi Ibrahim dikaruniai seorang putra yang bernama Ismail. Nabi Ibrahim pun sangat senang sehingga ia jadi lalai akan janji yang pernah diucapkannya. Allah SWT pun menegurnya melalui mimpi berulang kali.

Nabi Ibrahim pun menyampaikan mimpi tersebut kepada Ismail. Jiwa ketaatan Ismail pun diuji kepada Allah SWT pun diuji. Ia akhirnya bersedia untuk disembelih bapak kandungnya sendiri.

Allah pun tak akan membiarkan umatnya yang taat kepada agama mati begitu saja. Pada saat Nabi Ibrahim menghunus leher Ismail, Allah SWT menggantinya dengan kambing gibas. Gibas tersebut disembelih dan Ismail selamat dari proses penyembelihan tersebut.

Hari Raya Idul Adha ini disebut juga dengan lebaran haji. Sebab, pada bulan inilah umat muslim yang sudah mampu juga bisa menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekkah. Oleh karena itu, bulan dzulhijah ini tergolong bulan istimewa bagi umat muslim di seluruh dunia.

Lantas, apa hikmah untuk orang yang berkurban?  Yuk, baca uraian tentang makna dan hikmah Idul Adha apabila kita berkurban berikut ini:


Advertisement

Menjaga Fitrah Tetap Suci
Salah satu hikmah berkurban yaitu mampu menjaga fitrah tetap suci. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT. ‘Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan’ QS. Asy Syam (91):8.

Hal ini dapat berarti bahwa seseorang tidak akan pernah sampai kepada ketaqwaan dan tidak akan memeroleh keimanan yang sejati apabila kecintaannya kepada dunia mengalahkan kecintaannya kepada Allah SWT. dan Rasulnya.

Menguji Tingkat Ketaqwaan
Allah SWT berfiman: ‘……..adapun orang yang beriman, maka ia akan sangat cinta kepada Allah…’QS Albaqarah (2):165. Pada dasarnya, berkurban merupakan salah satu cara umat muslim mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Memotivasi Diri untuk Memiliki Harta dengan Bekerja Keras
Sesuai hadist Nabi Muhammad SAW. bahwa Rosul sangat mengecam umatnya yang telah berkecukupan tetapi tidak mau memberikan hewan kurban.

Hal ini sesuai dengan sabdannya :  ‘Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu dia tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat sholat kami.’ (HR. Ahmad dan Ibn Majah).

Berjiwa Sosial untuk Berbagi dengan Sesama
Berkurban mengajarkan kepada umat muslim untuk meningkatkan rasa kemanusiaan kepada sesama manusia. Berkurban juga melatihkan agar peduli dengan kondisi sesama yang membutuhkan uluran tangan kasih sayang.

Nah, itulah makna dan hikmah Idul Adha 2016. Semoga Anda yang saat ini telah membeli hewan sesuai syarat hewan kurban bisa menerima segala kebaikan. Sebab, pahala berkurban yaitu dalam setiap bulu hewan kurban mengandung satu kebaikan. Selamat Hari Raya Idul Adha!

Continue Reading
Advertisement
Pasang Iklan : Zonamedia.net

Title

Dadalala4 months ago

Harga Piring Lidi Murah, Hanya Rp65.000 Per Kodi, Mau?

Jual Piring Lidi – Sobat Batu Media, di era yang serba cepat dan instan saat ini, segala sesuatu tentu tidak...

Boneka Kodok Ijo Boneka Kodok Ijo
Dadalala2 years ago

Mau Boneka Kodok Ijo Lucu Harga Murah? Klik Disini!

Jual Boneka Kodok – Sist ada boneka kodok ijo? aku mau dunk untuk hadiah ulang tahun adik aku. Yap, begitulah...

Boneka Ikan Boneka Ikan
Dadalala2 years ago

Jual Boneka Ikan Finding Nemo Lucu di Dadalala.com

Boneka Ikan Nemo – Dimana sih toko online penjual boneka ikan Finding Nemo yang lucu dengan harga murah? Ya pasti di...

Grosir Uleg Grosir Uleg
Dadalala2 years ago

Jual Ulekan Kayu Glugu, Bisa Ecer dan Grosir – Pengrajin Uleg Kayu

Grosir Uleg Kayu – Kota Wisata Batu, selain terkenal dengan banyaknya destinasi wisata buatan seperti Jatimpark 2 (Museum Satwa dan...

Jual Talenan Hias Jual Talenan Hias
Dadalala2 years ago

Jual Talenan Hias Decoupage dan Grosir Talenan Kayu Termurah

Jual Talenan – Bingung cari toko online yang menjual talenan hias di Kota Malang yang bisa kirim keseluruh kota di Indonesia?...

Grosir Gantungan Kunci Danbo Grosir Gantungan Kunci Danbo
Dadalala2 years ago

Gantungan Kunci Danbo Murah, Grosir, Ecer, Reseller Ready Stock

Jual Gantungan Kunci Danbo – Boneka Danbo? hemm siapa sih yang tidak mengenal karakter imut yang berasal dari Jepang ini,...

Miniatur Drum Miniatur Drum
Dadalala4 years ago

Dadalala, Toko Online Boneka dan Perlengkapan Dapur

Dadalala.com – Mau beli boneka spongebob tapi gak tau dimana tempatnya? mau belanja perlengkapan dapur secara grosir tapi tidak tahu...

Boneka Sapi Krem Boneka Sapi Krem
Dadalala4 years ago

Jual Boneka Sapi Online Murah, Lokasi di Malang

Jual Boneka Sapi – Buat yang lagi nyari kado buat ulang tahun pacar, sahabat atau sang buah hati tercinta, mungkin...

Bantal Love Warna Pink Bantal Love Warna Pink
Dadalala4 years ago

Bantal Boneka Love Warna Pink Harga Murah, Mau?

Boneka Bantal Love – Bagi seorang cewek, terutama yang masih berada di usia remaja, mengoleksi boneka menjadi suatu kewajiban. Tidak heran...

Berita

Trending