Apa Pentingnya pH Meter? Cek Disini!

Advertisement
Fungsi pH Meter - Di dalam industri air minum, konveksi, riset di laboratorium maupun akuarium, kita akan membutuhkan pH meter. Alat ini berfungsi untuk mengukur pH (derajat keasaman atau kebasaan) suatu cairan. Sebuah pH meter terdiri dari sebuah elektroda (probe pengukur) yang terhubung ke sebuah alat elektronik yang mengukur dan menampilkan nilai pH.
pH meter

Paragraf di atas mungkin menjadi kumpulan kalimat yang bikin puyeng kepala Anda.

Lantas, mungkin muncul pertanyaan menarik di benak kita. Apa pentingnya bagi kita untuk tahu tingkat keasaman atau kebasaan? Apa kegunaan mengetahui nilai pH dalam kehidupan sehari?

Jika pertanyaan itu ada di benak Anda, mari kita cari jawabannya bersama-sama. Kita ambil contoh air minum, dalam hal ini air putih.

Seperti dikutip dari situs klikdokter.com, terdapat kekeliruan di masyarakat tentang nilai pH air minum. Banyak anggapan yang beredar di kalangan masyarakat bahwa nilai pH sebesar 9,5 baik untuk kesehatan. Ternyata anggapan itu tidak benar.

Apakah alasannya?

pH menunjukkan tingkat keasaman/basa dari suatu subtansi tertentu dengan skala 1 - 14. Semakin asam suatu zat, semakin turun kadar pH, begitu juga sebaliknya semakin basa suatu zat semakin tinggi kadar pH.

Air alkali adalah air yang memiliki pH tinggi, biasanya 9 atau lebih sehingga sifatnya basa. Ada yang mengatakan bahwa untuk sehat dan menjaga keseimbangan pH darah, maka air yang kita minum harus bersifat basa atau alkali. Hal ini tidak benar.

Air yang kita minum justru dianjurkan berada di pH 6,5 hingga 8,5. Menurut United States Environmental Protection Agency (EPA) kadar pH netral untuk air minum adalah 7.

Apapun makanan atau minuman yang kita makan atau berapapun pHnya, selama tidak merusak mukosa atau saluran pencernaan, akan melewati tenggorokan dan masuk lambung. Di lambung makanan atau minuman ini akan bercampur dengan asam lambung yang sifatnya asam kuat sehingga sifatnya akan menjadi asam.

Setelah dari lambung, makanan atau minuman ini akan memasuki usus 12 jari atau duodenum melalui lubang kecil bernama pilorus yang memungkinkan makanan turun sedikit demi sedikit (3-4 cc).

Begitu masuk usus 12 jari, sifat makanan atau minuman akan menjadi netral karena bercampur dengan basa (asam dicampur basa akan menjadi netral). Baru kemudian di dalam usus akan terjadi penyerapan zat nutrisi ke dalam sirkulasi darah. Oleh karena itu, dapat dilihat bahwa pH alkali tidak akan mempengaruhi pH darah.

Bagaimana? Apakah setelah membaca artikel di atas Anda masih bingung kenapa mengetahui pH itu hal yang penting? Jika Anda termasuk orang yang sadar dengan pentingnya tahu nilai pH, segera cari tahu tempat yang menjual dan harga pH meter serta segera miliki alat tersebut.

Semoga tulisan ini bermanfaat.
BAGIKAN:

+1